Memanfaatkan Kemuliaan Bulan Ramadan

elmihrab.com – Hari ini umat Islam sudah mulai memasuki bulan Ramadan. Kita selalu mengucapkan marhaban yaa Ramadhan. Akan tetapi, apakah Ramadan sekadar akan kita jadikan sebagai tamu, yang karena adanya tamu, kita akan bersikap ramah dan baik? Sedangkan ketika tamu sudah pulang, kita akan kembali pada tabiat asli yang mudah tersinggung dan marah. Jika kita benar-benar mengatakan selamat datang pada bulan Ramadan, sebaiknya bila kita anggap ia tamu yang datang sekali dalam setahun dan menetap selama satu bulan, maka kita niatkan untuk mendapatkan berkah dari tamu kita itu, sekaligus belajar akan ilmu-ilmu yang akan membuat cinta kita kepada Allah dan Rasulullah semakin semerbak dan meluap-luap. Maka dari itu, berikut ini beberapa kemulian bulan Ramadan yang bisa kita ingat untuk menambah semangat dalam memperbaiki diri, memanfaatkan waktu sebaik mungkin selama bertemu dengan bulan yang mulia ini.

Tidurnya orang berpuasa

قال رسول الله صلى الله عليه و سلم:

((نوم الصائم عبادة، وصمته تسبيح، وعمله مضاعف، ودعائه  مستجاب، وذنبه مغفور))

"Tidurnya orang berpuasa adalah ibadah, diamnya adalah tasbih, amalannya berlipat (pahalanya), doanya mustajab, dosanya diampuni."

Bila memahami hadits tersebut, bisa jadi kita akan beranggapan setelah sahur bisa tidur saja sampai berbuka puasa, toh tetap berpahala. Melalui tidur, mungkin seseorang terbebas dari prasangka buruk, lisan yang menyakiti, dan perilaku maksiat. Akan tetapi, jangan sampai melalaikan seseorang untuk menunaikan kewajiban, misalnya melaksanakan salat, mencari nafkah, dan beraktivitas yang bernilai positif lainnya. Tidur saat berpuasa cukup dilakukan sesuai dengan kebutuhan sekadar untuk menyegarkan badan di tengah aktivitas. Bila dipraktikkan, perilaku tidur sepanjang hari selama bulan Ramadan, justru akan membuat kita bisa tergolong sebagai orang yang merugi, karena daripada tidur, sebenarnya masih banya aktivitas positif sekaligus produktif. Misalnya dengan menyempurnakan salat sunah, mengkhatamkan Alquran, mengikuti ngaji pososnan di pondok pesantren baik secara daring maupun luring, belajar membuat kue, belajar menjahit pakaian, belajar ternak hewan, dan masih banyak lagi.

Keutamaan Ramadan

Khutbah Rasulullah di akhir Sya'ban (yang artinya):

"Wahai segenap manusia,  sungguh telah menaungimu bulan yang agung yang penuh keberkahan,  bulan yang didalamnya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan, Allah  menjadikan puasa dibulan itu wajib, dan bangun malamnya adalah sunnah, barang siapa yang didalamnya mendekatkan diri (kepada Allah) dengan sebuah kebaikan maka pahalanya setara dengan amal yang wajib di bulan lain. Dan siapa yang mengerjakan amal wajib di bulan itu, maka (pahalanya) setara dengan 70 kali ibadah wajib di bulan selainnya. Bulan tersebut adalah bulannya sabar, sabar balasannya adalah surga, dan bulan berkasih sayang/ saling berbagi. Dan bulan itu ditambah didalamnya rizki orang mukmin.

 

Istimewanya memberi buka orang yang berpuasa

Barang siapa yang di bulan tersebut memberi buka orang yang berpuasa maka baginya ampunan atas dosanya dan dibebaskan dari api neraka, serta baginya pahala seperti orang puasa yang diberinya buka. Tanpa mengurangi pahala orang puasa itu sedikitpun."

Bila kita memberi makanan untuk orang lain berbuka dengan menu yang istimewa, tentu adalah sebuah hal yang baik. Akan tetapi, makanan yang kita berikan, tetaplah bukan hal yang memberatkan karena disesuaikan dengan kemampuan kita masing-masing. Hal tersebut tetap mendapatkan keutamaan pahala memberi makan orang yang berbuka puasa.

Sahabat bertanya:

"Ya Rasulullah,  bukankah tidak semua dari kami mempunyai sesuatu untuk memberi buka orang puasa?"

 

Bersabda Rasulullah (yang artinya):

"Allah memberi ganjaran ini bagi siapapun yang memberi buka orang yang berpuasa walaupun hanya 1 biji kurma atau 1 teguk air atau 1 teguk susu."

"Dan barang siapa yang memberi minum orang yang berpuasa, Allah memberinya minum dari telagaku minuman yang setelahnya tak akan pernah merasakan haus selamanya."

 

Perumpamaan Bagian dalam Bulan Ramadan

Dan bulan itu awalnya adalah rahmat, tengahnya adalah ampunan, dan akhirnya adalah pembebasan dari api neraka.

Barang siapa yang meringankan orang yang bekerja padanya di bulan itu, baginya pembebasan dari api neraka.

 

Dan perbanyaklah di dalam bulan itu 4 hal:

2 hal menjadikan tuhan kalian ridha dan 2 hal yang kalian membutuhkannya.

Adapun 2 hal pertama yang menjadikan tuhan kalian ridho adalah bersaksi tiada tuhan selain Allah dan memohon ampun kepada-Nya. Dan 2 hal yang kalian membutuhkannya adalah meminta surga dan berlindung dari neraka.


 

والله أعلم

Sumber:

النفحات الرمضانية

(Habib Muhammad Bin Abdulloh Al-Haddar)

Komentar