Nasehat Imam Nawawi Al Bantani dalam Karyanya

Imam Nawawi Al Bantani Nama lengkapnya adalah Abu Abdul Mu’ti Muhammad bin Umar bin Arbi bin Ali Al-Tanara Al-Jawi Imam Nawawi Al-Bantani. Ia lebih dikenal dengan sebutan Muhammad Nawawi Al-Jawi Imam Nawawi Al-Bantani. Dilahirkan di kampung Tanara, kecamatan Tirtayasa, kabupaten Serang, Banten. Pada tahun 1813 M atau 1230 H. Ayahnya bernama Kyai Umar, seorang pejabat penghulu yang memimpin masjid. Dari silsilahnya, Imam Nawawi merupakan keturunan kesultanan yang ke 12 dari Maulana Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati, Cirebon), yaitu keturunan dari Putra Maulana Hasanuddin (Sultan Banten I) yang bernama Sunyara-ras (Tajul ‘Arsy). Nasabnya bersambung dengan Rasulullah Muhammad SAW melalui Imam Ja’far Assidiq, Imam Muhammad Al-Baqir, Imam Ali ZainAl-Abidin, Sayyidina Husain, Fatimah Al-Zahra.

Kitab Nasa’ihḥ al-‘Ibad

Kitab Nasa’ih al-‘Ibad merupakan salah satu di antara karya Imam Nawawi Al-Bantani yang masyhur dan dikaji oleh banyak pondok pesantren di Indonesia. Judul asli dari karya tersebut adalah Nasa’ih al ‘Ibad fi Bayan alfaẓ Munibbihat ‘ala al-isti’dad li yawm al-Ma’ad, yang terjemah bebasnya kurang lebih bermakna nasehat-nasehat kepada hamba, penjelasan terhadap lafadz-lafadz kitab, peringatan terhadap persediaan diri pada hari kiamat.

Berikut ini sebagian kecil nasehat Imam Nawawi Al-Bantani dalam kitab Nasa’ih al-‘ibad, Imam Nawawi Al-Bantani mengatakan “Janganlah mengatakan sesuatu selain perkataan yang penting dan baik”. Sesungguhnya ucapan zikir dalam berbagai bahasa hanya ditujukan kepada Allah Yang Maha Esa. Pendidikan moralitas atau akhlak (budi pekerti) yang baik adalah menjaga ucapan yaitu dengan berzikir. Selain itu bisa juga dengan tidak menyakiti orang lain dengan lisannya (menjaga ucapannya kepada manusia).

Selain itu Imam Nawawi Al-Bantani juga memberikan nasehat “Ambillah harta duniawi sekadar cukup memenuhi hidup”. Sebagaimana ketika sedang makan, Rasulullah SAW menganjurkan untuk mengatur perut kita, dengan tidak memenuhi perut dengan makanan hingga tanpa batas. Kita pun mesti menyisihkan sepertiga isi perut untuk makan, sepertiga untuk minum, dan sepertiga lagi untuk bernapas. Maka, begitu juga dengan urusan dunia, kita diperintahkan Allah SWT untuk mengambil seperlunya saja sebagai penguat untuk beribadah kepada-Nya.

Nasehat yang lain yaitu, “Persiapkan bekal di dunia menurut ukuran lamanya tinggal di alam kubur”. Jika melihat umur manusia yang begitu singkat di dunia, dan begitu panjang akan tinggal di alam kubur, tentu ia akan berusaha untuk menjadikan hidupnya penuh arti dan tak sia-sia belaka. Demikian pula tentunya akan semakin dekat dan takut kepada Allah SWT.

Dan juga ada nasehat, “Beramallah untuk meraih surga sesuai dengan tingkatan yang diinginkan”. Allah SWT telah menjanjikan surga-surga yang indah kepada mereka yang dekat dan bertakwa kepada Allah SWT. Semakin baik amalan diperbuat, akan semakin tinggi tingkatan surga yang akan kita dapatkan. Semoga Allah SWT menjadikan kita orang-orang yang mendapatkan kebahagiaan di akhirat kelak dengan memperoleh surga keabadian.

Nasehat Tentang Hal Kecil

Nasehat Imam Nawawi Al-Bantani, “Kasih sayang Allah SWT itu bisa dari hal yang kecil” Imam Nawawi Al-Bantani menulis : Imam Asy-Syibli pernah memberi dua nasehat,

Jika ingin merasa hatimu tenang dan tenteram bersama Allah, janganlah engkau turuti hawa nafsumu.

Jika engkau ingin dikasihi Allah maka kasihilah makhluk-Nya.

Di dalam mimpinya, Asy-Syibli mengalami kematian. Lalu, setelah kematiannya itu dia ditanya tentang keadaannya, dan beliau menjawab, Allah SWT. bertanya kepadaku,

‘Wahai hambaku, apakah kamu tahu apa sebab Aku mengampuni dosa-dosamu?’

Aku menjawab, ‘Sebab amal salehku.’

Allah SWT. berfirman, ‘Bukan.’

Aku berkata, ‘Sebab keikhlasan ibadahku.’

Allah SWT. berfirman, ‘Bukan.’

Aku menambahkan, ‘Sebab haji, puasa dan shalatku.’

Allah SWT. kembali berfirman, ‘Bukan.’

Maka, aku bertanya keheranan, “Lantas, sebab apa wahai Tuhanku?’

Allah SWT. menjawab, ‘Ingatkah saat engkau berjalan di sebuah lorong, di Baghdad? Bukankah engkau menjumpai seekor anak kucing yang lemas akibat cuaca yang ekstrim hingga dia meringkuk kedinginan di sudut bangunan? Dengan rasa sayang, kemudian engkau mengambilnya, meletakkannya dalam sebuah keranjang yang engkau bawa, melindunginya dari udara yang dingin?’

Aku menjawab, ‘Ya. Hamba ingat.’

Allah SWT. berfirman, ‘Lantaran kasih sayangmu terhadap anak kucing itulah, Aku memberimu rahmat.’

Bayangkan, hanya karena menyayangi seekor hewan, Allah SWT memberikan rahmat dan kasih sayang-Nya yang menjadikan seseorang hamba bisa masuk Surga. Dalam hadits yang lain, hatta seorang pelacur bisa masuk Surga hanya karena memberi minum seekor anjing yang kehausan.

Teruslah berbuat baik kepada sesama walau sekecil apapun, karena kita tidak akan pernah tahu, dari perbuatan baik yang mana, Allah SWT memberi rahmat-Nya. Sebaliknya hindari maksiat walau sekecil apapun dosanya, karena siapa yang tahu maksiat yang dianggap sepele itu justru yang mendatangkan murkaAllah SWT.

Imam Nawawi Al-Bantani memberikan nasehat agar umat Islam tidak terlalu banyak tertawa. Sebab, menurut beliau banyak tertawa hanya akan menghilangkan kewibawaan.

Imam Nawawi Al-Bantani mengutip pesan yang disampaikan Umar bin Khattab RA yang berbunyi: “Siapa yang banyak tertawa, maka akan berkurang kewibaannya”. Sementara itu, Abu Dzar RA menyampaikan sebuah hadits yang menyatakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda: “Jauhilah olehmu banya tertawa karena banyak tertawa itu akan mematikan hati dan memudarkan cahaya wajah (kewibawaan).” (HR. Al-Baihaqi).

Selain itu,  Nawawi juga memberikan nasehat agar umat Islam menghindari banyak bercanda. Dalam hadis yang diungkap  Nawawi, Rasulullah bersabda, “Bercanda itu merupakan rayuan setan dan tipu muslihat hawa nafsu.”

 Nawawi menjelaskan, sahabat nabi Umar bin Abul Azis juga pernah berpesan agar umat Islam tidak banyak bercanda. “Hindarilah banyak bercanda karena itu merupakan kebodohan yang dapat menyebabkan dendam”.

 

Sumber :

 

https://nuponorogo.or.id/mengenal-sanad-ilmu-dan-sanad-thariqah-pesantren-mahasiswa-al-mutawakkil/

https://core.ac.uk/download/pdf/228963085.pdf

https://www.republika.co.id/berita/q5jq7a320/nasehat-imam-nawawi-dari-banten-supaya-selamat-di-dunia

https://www.kompasiana.com/imamph1666/552a30096ea834bc36552d18/nasehat-syaikh-nawawi- Imam Nawawi Al-Bantanikasih-sayang-allah-SWT-itu-bisa-dari-hal-yang-kecil

https://ayobandung.com/read/2020/09/19/131498/nasehat--nawawi-agar-tak-banyak

Tertawa

 

Muhammad Ali Munawar alkhumasi

Komentar