Lima Pesan Maulana Habib Luthfi bin Yahya Agar Terhindar dari Fitnah Zaman

Di zaman sekarang ini dimana teknologi berkembang sangat pesat, fitnah bisa diterjadi kapan saja dan dimana saja. Salah satunya melalui media sosial yang sekarang hampir sebagian besar orang menggunakannya, banyak orang yang tidak merasa dalam mengomentari maupun memposting di media sosial bisa menyakiti hati seseorang. Untuk itu umat Islam harus lebih berhati-hati dalam memanfaatkan teknologi.

https://imagecache.ngopibareng.id/20200309073114habib-ok.jpgMaulana Habib Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya, Rais Am Jam'iyyah Ahlith Thariqah Mu'tabarah An-Nadliyah (JATMAN) memberikan pesan-pesan penting agar umat Islam terhindar dari fitnah zaman.

 

Berikut ini, lima pesan Maulana Habib Luthfi bin Yahya Pekalongan:

1. Jangan Tinggalkan Teladan Ulama Salafus Shalihin

Dahsyatnya cobaan akhir zaman seharusnya menjadi pecutan bagi kita untuk kembali meneladani akhlak nabi, sahabat, dan ulama salafus salihin.

“Sekalipun Anda jatuh miskin, pegang teguhlah teladan salafus salihin bila ingin selamat dan mendapat rida-Nya,” nasihat Habib Luthfi pada para jamaah.

 

2. Mengedepankan Iman daripada Akal

Allah memang memerintah hamba-Nya untuk selalu menjadi orang yang kritis dan berpikir dalam merespon fenomena masyarakat yang terjadi di sekitar kita. Namun, sekritis apa pun akal kita dalam berpikir, tetaplah akal memiliki keterbatasan.

Hanya iman yang dapat menguatkan akal atas permasalahan-permasalahan yang tidak dapat kita jangkau. Oleh karena itu, Habib Luthfi menegaskan bahwa kita harus berhati-hati menanggapi orang-orang yang mengedepankan akal daripada iman, karena hal tersebut membuat kita rugi dunia akhirat. Selain itu, menurut beliau, akal kita ini tidak dapat menerima semua kebesaran Allah Swt.

3. Ziarah Ulama Saleh

Habib Luthfi menyampaikan nasehat ketiga agar selamat dari fitnah akhir zaman. Nasehat tersebut adalah memperbanyak mengunjungi ulama-ulama saleh, baik yang masih hidup ataupun yang sudah wafat.

Menurut beliau, mengunjungi ulama itu banyak sekali manfaatnya, di antaranya adalah jauh dari musibah, penyakit, dan diberi kelancaran rezeki. Namun, beliau menegaskan mengunjungi ulama jangan karena ada maksud tertentu saja. Ketika maksud tersebut sudah terpenuhi, kita tidak pernah berkunjung lagi ke ulama.

4. Jangan Merasa Benar Sendiri

Yang Maha Tahu dan Maha Benar hanyalah Allah. Namun, penyakit orang zaman akhir ini merasa benar sendiri baik secara individu mau pun organisasi. Tidak jarang, kita temukan saat ini kelompok yang merasa benar sendiri, sehingga kelompok menyalahkan lain.

Kita semua ini sama di mata Tuhan, hanya takwa yang membedakannya. Kita tidak boleh membeda-bedakan satu dengan yang lain atas nama agama, partai, suku, mazhab, dan lain sebagainya. Itu nasihat Habib Luthfi yang keempat.

5. Jangan Tinggal Membaca Al-Quran dan Shalawat

Saya sudah mengulas terkait tradisi ulama salaf dalam mengkhatamkan Al-Quran di tautan ini. Ada ulama yang mengkhatamkan Al-Quran satu hari sekali, dua hari, satu minggu, dan yang paling lama dua bulan sekali. Selain itu, kita juga harus memperkuat bacaan Al-Quran itu dengan bacaan shalawat.

Membaca shalawat sangat mudah. Cukup membaca:

Shallallah ‘ala Muhammad

hal itu sudah termasuk dalam membacanya. Mudah, bukan? Selain itu, tentu kita harus mengamalkan isi Al-Quran.

"Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi orang - orang kafir (tertutup hatinya dari kebenaran ajaran-Mu) . Dan ampunilah kami ya Tuhan kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. Al -Mumtahanah : 5).

Komentar