Khotbah Idul Adha: Keutamaan Qurban dan Haji

الله اكبر  الله اكبر الله اكبر الله اكبر  الله اكبر  الله اكبر  الله اكبر  الله اكبر  الله اكبر ولله الحد

 

ألْحَمْدُ لله الَّذِى سَهَّلَ لِلْعِبَادِ طَرِيْقَ الْعِبَادَةِ وَيَسَّرْ, وَوَفَّاهُمْ  أُجُوْرَ أَعْمَالِهِمْ

مِنْ خَزَائِنِ جُوْدِهِ الَّتِى لاتُحْصَرْ. أَشْهَدُ أنْ لاإلَهَ إلا الله وَحْدَهُ لاشَرِيْكَ لَهْ,

شَهَادَةً تَكُوْنُ لَنَا ذُخْرًا عِنْدَ الْعَزِيْزِ الْعَلِيْمِ, إِلَهُ ابْتَلىَ خَلِيْلَهُ إِبْرَاهِيْمَ عَلَيْهِ

وَعَلىَ نَبِيِّنَا أَفْضَلُ الصَّلاةِ وَالتَّسْلِيْمِ, وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمّدًا عَبْدُهُ

وَرَسُوْلُه ُ الشَّافِعُ الْمُشَفِّعُ فِى الْمَحْشَرْ. اللّهُمّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلىَ أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ

 الّذِيْنَ أَذْهَبَ عَنْهُمُ الرِّجْسَ وَطَهَّرْ, وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا.

 

 فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى الله, فَاتّـقُوْا الله حَقَّ تُقَاتِهِ

 وَلاتَمُوْتُنَّ إلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

Ma’asyirol hadirin jama’ah jum’ah rohimakumullah,

Bertaqwalah kalian semua pada Allah ta’ala,dengan sebenar-benarnya taqwa, yaitu menjalankan segala perintah-perintah-Nya dan meninggalkan segala larangan-larangan-Nya, karena dengan itulah kalian semua akan selamat di dunia dan di ahirat.

Bertakwa dan beribadahlah pada-Nya. Karena sesungguhnya Allah ta’ala tiada akan pernah memperdayakanmu dan tidak akan pernah menyusahkanmu. Dan sesungguhnya syetanlah yang memperdayakanmu, yang menyesatkanmu, karena sesungguhnya pengajakan syetan adalah dosa, agar kamu semua menjadi golongan Ash habus Sa’ir yaitu golongan penyala api neraka. Dan sesungguhnya setan adalah musuh yang nyata bagi manusia.

Ma’asyirol hadirin jama’ah jum’ah rohimakumullah,

Alhamdulillah kita masih diberikan nikmat oleh Allah ta’ala, sehingga kita bisa memasuki bulan Dzul hijjah pada tahun ini, bulan yang penuh dengan rahmat, hidayah, dari Allah ta’ala. Bulan dimana semua umat umat islam merasa senang dan bahagia karena nikmat besar telah diberikan Allah ta’la pada mereka. Ketahuilah bahwa sesungguhnya bulan ini, adalah bulan yang dibesarkan, dan dimuliakan oleh Allah ta’ala, bulan dimana Allah ta’ala telah menguji salah satu hambaNya yaitu Nabi Ibrahim as, untuk menyembelih putranya yang bernama Nabi Ismail as. Ujian yang sarat dengan tuntutan keikhlasan serta kesabaran, yang hanya manusia pilihanlah yang sanggup menghadapi dan melakukannya.

قاَلَ يَابُنَيَّ: إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَاتَرَى

قَالَ يَاأَبَتِ افْعَلْ مَاتُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ الله مِنَ الصَّابِرِيْنَ .

Artinya: “ Berkatalah Ibrahim : Hai putraku, sesungguhnya aku bermimpi dalam tidurku, aku diperintahkan untuk menyembelihmu, maka bagaimana menurut pandanganmu? Ismail menjawab: Hai ayahku, kerjakanlah apa yang diperintahkan pada engkau, insyaallah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang bersabar”. ( Ash Shoffat 102)

Dengan ujian itulah ahirnya Nabi Ibrahim as dan keluarganya diangkat oleh Allah ta’ala dalam maqom yang luhur dan tinggi, yang riwayat hidupnya akan dikenang sepanjang masa oleh umat manusia sampai hari kiamat, yaitu perintah menunaikan ibadah haji yang merupakan rukun islam yang ke lima, yang pada hakekatnya adalah napak tilas perjalanan hidup Nabi Ibrahim as dan keluarganya.

Ma’asyirol hadirin jama’ah jum’ah rohimakumullah,

Mungkin kita akan menangis terharu jika Allah ta’ala menguji kita seperti apa yang pernah diujikan pada Nabi Ibrahim as. Setelah sekian lama dalam waktu puluhan tahun mengharapkan dikaruniai anak, dan ketika kebahagiaan itu baru ia miliki, maka turunlah perintah untuk membunuh anak yang ia cintai. Namun dengan kebesaran hati dan jiwa dan dengan ketulusan serta keikhlasannya, ia menjalankan apa yang diperintahkan Allah ta’ala padanya, dengan satu harapan, yaitu ridhoNya. Maka Allah ta’ala meluhurkan Nabi Ibrahim as, dengan memerintahkan pada kita, dengan perintah sunah muakkad bagi yang mampu dalam bulan dzul hijjah yqitu menyembelih hewan Qurbqn untuk dibagikan pada saudara-saudara muslim terutama pada fakir miskin, yang mana keutamaan menyembelih qorban sangat besar sekali, seperti yang telah disabdakan Nabi SAW:

الأضْحِيَةُ لِصَاحِبِهَا بِكُلِّ شَعْرَةٍ حَسَنَة ( ابن ماجه )

Artinya: Penyembelihan kurban bagi yang menyembelih adalah setiap satu bulu akan diganti satu kebaikan (HR. Ibnu Majah).

Dan dalam perintah penyembelihan Qurban tersebut banyak hikmah yang bisa kita ambil sebagai pelajaran bagi kita, selain sebagai wujud rasa syukur pada Alloh ta’ala juga bisa untuk menumbuhkan sifat dermawan bagi seseorang ataupun sifat sosial bagi seseorang yang diberikan kelipatan rizqi, agar mereka tahu tentang keadaan saudara-saudaranya yang hidup dalam kemiskinan, yang jarang menikmati lezatnya makanan dan minuman.

Seperti perintah Allah Ta’ala dalam Al qur’an:

إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرْ, فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الأبْتَرْ 

Artinya: Sesungguhnya kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah sholat karena Tuhanmu, dan berqorbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu, dialah yang terputus. (Al Kautsar 1-3)

Dan karena begitu pentingnya ibadah Qurban ini hingga Nabi Muhammad SAW memberikan peringatan bagi mereka yang sebenarnya mampu tapi enggan menyembelih Qurban seperti dalam sabdanya :

من كان له سعة في رزقه فلم يضح فليمت ان شاء يهوديا او نصرانيا

Artinya : Barang siapa yang diberi keluasan rizki akan tetapi ia tidak menyembelih Qurban, maka matilah kalian dalam keadaan yahudi atau nasrani.

Ma’asyirol hadirin jama’ah jum’ah rohimakumullah,

Sesungguhnya Islam adalah suatu agama yang sempurna, dan ini suatu kebanggaan besar atas pemeluknya, karena Islam adalah agama yang membawa kabar gembira sekaligus kabar derita. Islam memerintahkan sesuatu kewajiban juga mencegah terhadap larangan. Maka bijaksanalah terhadap sesuatu yang memberi kemanfaatan bagimu. Di bulan dzul hijjah ini Allah ta’ala juga memerintahkan pada setiap orang islam yang mampu untuk menunaikan ibadah haji dengan syarat dan rukun yang sudah ditentukan. Dan keutamaan dari ibadah haji sangatlah besar sekali.

Nabi SAW bersabda:

ألْحَجُّ الْمَبْرُوْرُ لَيْسَ لَهُ الْجَزَاءُ  إلا الْجَنَّة  ( البخارى ومسلم )

Artinya: “Tidak ada balasan bagi haji mabrur, kecuali surga” ( Bukhori Muslim)

Segala bentuk rangkaian ibadah haji pada hakekatnya adalah menelusuri atau napak tilas perjalanan hidup Ibrahim as dan keluarga. Seperti Thowaf atau mengelilingi ka’bah adalah dulu ketika Nabi Ibrahim as selesai membangun ka’bah, lalu ia mengelilinginya sampai 7 x dan diahiri dengan berdoa “Allahumma taqobbal minnaa innaka antas samii’ul aliim watub ‘alainaa innaka anta ttawwaabur rohim” yaa Allah terimalah amal ibadah persembahan dari kami, karena sesunguhnya Engkau adalah dzat yang mendengar lagi mengetahui, dan terimalah taubat kami, karena Engkau dzat yang menerima taubat dan penyayang.

Begitu juga Sa’I (berlari-lari dari shofa ke marwa, adalah dulu ketika Siti Hajar berlari-lari antara 2 bukit tersebut, untuk mencari air karena puteranya Ismail as dalam keadaan haus, yang ahirnya diturunkan mukjizat berupa sumur zam-zam. Wukuf di Arofah adalah dulu ketika Nabi Ibrahim as dalam kesulitan dalam perjuangannya dan ia berdo’a di Arofah untuk meminta pertolongan pada Allah Ta’ala. Melempar Jumroh adalah dulu ketika Nabi Ibrahim as berdo’a dan diganggu oleh setan dan ahirnya ia melempari setan tersebut dengan batu kerikil.

Akan tetapi pada tahun ini banyak saudara kita yang tertunda untuk menunaikan ibadah haji karena pandemi yang masih menjadi masalah besar di beberapa negara seperti Indonesia, Arab Saudi dsb. Pastinya kita berharap pandemi virus corona ini secepatnya sirna sehingga tahun depan pelaksanaan ibadah haji bisa normal seperti biasanya.

Ma’asyirol hadirin jama’ah jum’ah rohimakumullah,

Keteguhan serta kesabaran Nabi Ibrahim as, adalah sebagai riwayat hidup yang harus kita jadikan Ibroh atau cermin bagi kita semua, agar kita bisa meniru sifatnya dan agar kita bisa menciptakan keluarga yang sakinah seperti keluarganya. Karena dalam zaman yang ahir ini jarang kita menemui keluarga yang sakinah seperti keluarga Nabi Ibrahim as, artinya Bapak, Ibu dan Anak semua termasuk orang-orang yang sholih sholihah. Dan Nabi SAW sendiri memerintahkan agar kita senantiasa berdo’a pada Allah ta’ala khususnya dalam bulan Dzul hijjah untuk berdo’a minta agar keluarga kita dijadikan keluarga yang sholih sholihah, seperti do’a Nabi Ibrahim as dalalam Al quran disebutkan :

رَبِّ هَبْ لِيْ مِنَ الصَّالِحِيْنَ

Artinya: “Yaa Tuhanku, Anugerahkanlah kepadaku seorang anak yang termasuk orang-orang sholeh”

Ma’asyirol hadirin jama’ah jum’ah rohimakumullah,

Dan marilah bersama kita berdo’a agar kita diberikan rizqi yang berlimpat dan kemampuan untuk dapat melaksanakan penyembelihan qurban serta menunaikan ibadah haji, dan juga berdo’a agar Alloh ta’ala secepatnya mengangkat wabah penyakit virus covid dari muka bumi, agar kita semua dalamnkeadaan shihah afiyah fhohir batin dan bisa lebih istiqomah beribadah padaNya. Amiin….

جَعَلنَا الله وَإيّاكُمْ مِنَ الفَائِزِيْنَ الأمِنِيْنَ,

وَأدْخَلَنَا وَإيّاكُمْ فِي زُمْرَةِ المُوَحِّدِيْنَ الكاَمِلِيْنَ, وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ

وَأنـْتَ خَيْرٌ الرّاحِمِيْنَ.

Komentar