Akhlak Rasulullah SAW: Mudahkan Urusan Orang Lain

elmihrab.com – Bermasyarakat adalah kegiatan perkolaborasian antara manusia satu dan manusia lain untuk memunculkan kehidupan yang damai. Hal ini tak terlepas dari sebuah fakta bahwa manusia adalah makhluk sosial yang berarti tak mampu hidup tanpa adanya bantuan dari manusia lain.

Seperti yang kita lihat bahwa ada orang yang berprofesi sebagai petani, peternak, pedagang, nelayan, dan pekerjaan mulia lainya dimana pekerjaan itu mempumyai peran yang sama-sama penting dalam kehidupan manusia.  

Dalam pelaksanaanya, untuk menjaga ketertiban maka dibentukalah sebuah norma-norma yang didasarkan pada nilai kemanusiaan. Salah satunya adalah gotong royong. Konsep gotong royong adalah dimana ada orang yang membutuhkan pertolongan, maka wajib untuk dibantu sehingga urusanya menjadi mudah.

Islam sebagai agama yang datang dengan penuh konsep kedamaian juga mengajarkan norma-norma sosial. Salah satu dari sekian banyknya ayat yang membahas kedamaian bermasyarakat adalah Q.S Al Mujadilah ayat 11. Firman Allah dalam surah al mujadililah ayat 11 sebagai berikut :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ انْشُزُوا فَانْشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ.

“Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: ‘Berlapang-lapanglah dalam majlis’, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Ayat ini mengandung pesan yang sangat terkait dengan kehidupan bermasyarakat dimana kita sebagai hamba Allah yang beriman diperintahkan untuk memudahkan urusan lain akan mendapatkan balasan dari Allah SWT.

Habib Hamid Rizal Shahab, pengasuh Majelis Rama Sinta dalam satu kesempatan menjelaskan bahwa ayat tersebut mempunyai makna yang begitu dalam terkait dengan kehidupan bermasyarakat.

Habib Rizal menjelaskan, bahwa majelis yang dimaksud tidak hanya majelis layaknya majelis ilmu, maulid, dll. Akan tetapi majelis tersebut juga bisa dimaknai sebagai tatanan hidup masyarakat.

Contohnya, ketika kita menjumpai orang yang kesulitan dalam hal apapun seperti mengangkat barang, motornya mogok, ataupun yang lainya, maka kita sebaiknya membantunya.

Menurutnya, dengan bantuan yang diberikan tersebut, lanjutnya, Allah akan menaikkan derajat kita sebagai orang yang beriman dan bahkan akan diberikan ilmu oleh Allah Swt sebab menolong orang tadi. Hal ini tentunya membuktikan bahwasanya Islam sangat aware dengan kehidupan bermasyarakat.

Dalam sebuah hadist Rasulullah SAW juga menyebutkan tentang kehidupan bermasyarakat. Beliau mengajarkan bagaimana memudahkan urusan orang lain adalah perbuatan yang sangat baik dan akan mendapatkan balasan yang begitu besar.

Beliau bersabda “Barang siapa yang melapangkan kesusahan dunia dari seorang mukmin, maka Allah melapangkan darinya satu kesusahan di hari kiamat.” (HR.Muslim dari Abu Hurairah).

Tentunya hadist diatas mencerminkan bagaimana Islam begitu lengkap dalam konsep perdamaian dan humaniora.

Lalu apa hasil dari memudahkan orang lain yang bisa dirasakan secara langsung? Pasti kita sudah pernah mengalami dimana setelah kita membantu orang lain, timbul perasaan bahagia.

Nah, hal inilah yang juga menjadi poin penting. Apapun yang diajarkan oleh Rasulullah pastilah membawa kepada kebahagiaan dan kasih sayang.

Maka dari itu, lanjutnya, kita sebagai orang mukmin alangkah lebih indahnya untuk selalu berusaha menjadi pribadi yang menyenangkan dengan membantu dan memudahkan urusan orang lain.

Jika kita dasari kehidupan ini dengan rasa kasih sayang seperti yang diajarkan oleh para guru kita, semakin damai kehidupan yang kita jalani. Di samping itu, orang-orang yang menilai islam, kebanyakan menilai dari perilaku penganutnya.

Dengan bersikap demikian, kita akan ikut berperan dalam menimbulkan kehidupan bermasyarakat yang indah nan damai serta melanjutkan perjuangan dakwah islam sebagai agama yang rahmatan lil ‘alamin.

Komentar